Beranda > BIG BOOK, Fandy's Story, Uncategorized > Selamat Pagi @Utiamelia :’)

Selamat Pagi @Utiamelia :’)

Udah hampir satu tahun gak nulis di blog ini. Bisa di bilang vakum, bisa juga di bilang sibuk. Nge-blog kalau lagi jatuh cinta ya emang gini. Susah buat cerita-in alasannya. Sambil ngisi waktu luang, sambil bercerita. Walaupun postingan kali ini udah tertahan lama di draft blog, saya mencoba meneruskannya.

Iya, sebenernya sih kenapa harus tentang saya pribadi. Kenapa gak tentang yang lain. Ini semua bukan tentang orang lain atau mereka, tentang pribadi aja.

LANJUT AGAK FORMAL!

Nama yang tertera saat ini memang kamu, Putri. Gak ada kisah lain yang bisa tertuang di kepala selain wanita yang “hobinya ke salon” ini. Kamu bisa membuat saya diam dengan semuanya. Tertahan oleh waktu, berjam-jam bahkan berhari-hari hanya untuk mempertanyakan kenapa saya harus menulis semua tentang anda. Melihat anda tersenyum selalu menjadi hobi terbaru saya saat ini. Membuat anda tertawa adalah sampingan saya. Saya tidak bisa membayangkan beetapa lemahnya saya ketika saya harus kehilangan anda. Ketika jauh dari anda dalam jarak puluhan kilometer saja bisa membuat saya takut. Takut akan kehilangan yang pernah saya rasakan sebelumnya. Maka dari itu, kali ini saya akan menjaga anda sepenuhnya. Sekuat tenaga, hati dan pikiran saya.

Entah apa yang ada dalam benak anda ketika saya harus menuliskan sebuah postingan seperti ini. Apakah saya seseorang yang lebay? Aneh? Bahkan mungkin anda akan mengira bahwa saya sedang gila? Ya, mungkin saya memang gila. Namun dalam kegilaan ini gak ada yang bisa hentikan. Ketika Albert Einstein menemukan sebuah rumusan pasti, saya akan memperdebatkan pendapat beliau, karena kepastian sebenarnya bukan dari sebuah rumus. Kepastian yang saya dapatkan ada di dalam jari saya ketika menunjukkan jari telunjuk saya ke hati anda.

Kadang kala dalam setiap kesempatan yang sempit, tidak bebas. Saya meyakinkan anda bahwa memang seorang yang pantas untuk di ciptakan untuk saya. Apakah saya terlalu egois untuk menyatakan ini? Sebuah harapan saya yang tertuju kepada anda bukanlah sebuah harapan kosong. Pernahkah anda percaya tentang mimpi yang menjadi nyata? Ya, saya secara pribadi tidak percaya. Namun, anda bukanlah mimpi yang menjadi nyata. Anda adalah seseorang yang nyata dan benar adanya ketika saya memperhatikan segala tentang anda dari sebuah sudut yang mungkin tak banyak orang melakukannya.

Berawal dari hadiah sederhana, jiwa dan raga ini berasa tertarik oleh seorang yang saya kagumi secara pribadi. Iya, anda yang melakukannya. Anda melakukannya memang secara tidak langsung. Namun saya merasakannya secara langsung. Secara perlahan anda memanggil, memanggil saya untuk mendekati anda dengan perlahan. Mendekati anda demi sebuah kata yang disebut sayang oleh banyak pihak.

Mungkin saya memang lebay, tapi tahukah anda kalau sesaat anda hilang pandangan. Saya selalu tersenyum dan merasa betapa beruntungnya diri saya bisa memiliki seseorang yang memiliki kepribadian teguh seperti anda. Anda luar biasa, menarik hati saya bukan dari sebuah pandangan. Menarik hati saya bukan dari sebuah ucapan. Menarik hati saya bukan dari sebuah keanggunan pribadi. Namun anda menarik saya dari sudut yang mungkin hanya segelintir orang yang merasakannya.

Sekarang saya tunjukkan pada anda betapa inginnya saya menjadi seseorang yang pantas untuk men-sah-kan kita dalam satu ikatan. Ikatan yang semua orang dapatkan pada waktunya. Namun, izin saya untuk memperbaiki diri saya untuk menjadi seseorang yang memang pantas untuk menjadi yang sah untuk anda. Perlahan, namun dengan pasti saya kerjakan sejak saat ini.

Dan, maukah anda menjadi yang sah untuk saya? Setidaknya jawaban “YA” akan membuat saya melebihi tingkat 100% dari kepercayaan ini meningkat. Pastikan ini akan menjadi buku dimana saya akan menjadikan pernyataan pertama yang tertuliskan secara hati. Mencoba melekatkan anda dalam setiap kalimat yang saya ucapkan. Temani saya hingga saya mampu. Dampingi saya hingga saya pantas. Mantapkan saya hingga saya berani.

Dari saya yang menginginkan anda sepenuhnya,

Fandy Wardhana

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: