Beranda > BIG BOOK, Fandy's Story, Novel > Selalu ada “KITA” :’)

Selalu ada “KITA” :’)

Waktu yang berjalan hari ini hampir menginjakkan kakinya di pagi hari, aku masih teringat padamu. Beberapa selingan kenangan masa kita masih melintas sesekali di benakku. Apa yang telah aku lakukan hingga aku sendiri tak sadar kalau aku masih merindukan “kita” yang dulu?

Mungkin aku yang salah mengambil keputusan, atau aku salah mengambil waktu yang tepat untuk mengambil keputusan. Tapi memang ku akui kalau aku tetap harus melakukannya. Tapi inilah jalan yang harus kamu tempuh karena kesalahanku.

Sedikit flashback ke belakang bagaimana kisah kita dulu, aku tak ragu untuk mengucapkannya kepada semua orang. Aku tak perlu takut untuk mengaku kalau aku masih merindukan saat-saat di mana aku dan kamu memiliki kisah yang indah di bandingkan semua orang yang pernah merasakan rasa ini. Kamu akan selalu menjadi bagian yang tak pernah aku hapus dalam memori ku.

Pernahkah aku berkata padamu betapa aku membenci dirimu? Pernahkah pula aku berkata kalau aku akan melepas kamu dengan mudah? Tidak. Ini semua karena hal yang masih aku pendam sendiri. Setelah aku mengaku betapa bangganya aku yang pernah ada di sisismu. Betapa aku merindukan di saat aku harus mengakui kamu sebagai anugerah terindah yang di berikan Tuhan kepadaku?

Hey, wanita berjilbab. Kamu selalu saja menjadi hal pertama yang aku kenang ketika aku berjalan di tengah malam, hal pertama yang aku ingat ketika aku memasuki beberapa hal baru dalam hidupku. Kamu selalu menjadi kebanggaanku di setiap pertanyaan semua orang tentang masalah hatiku yang menjurus tajam kepadaku.

Hey, kamu yang memiliki raut muka menarik ketika marah. Tidakkah kamu mengetahui betapa dalamnya rasaku ini kepadamu? Tak banyak yang bisa ku ungkapkan lagi.

Mendengar kalau kamu sudah menjadi pribadi yang lebih baik dari dulu aku merasa nyaman berada di sini. Mendengar kamu bisa menjadi sesuatu yang bisa berguna buat semua orang aku juga bangga. Walaupun aku adalah hal yang bisa membuatmu tidak fokus dengan kegiatanmu dan segala hal yang kamu lakukan ketika aku menyakitimu.

Tak habis namamu selalu ku ucap dalam setiap doaku, setiap ucapanku, setiap heningku bahkan setiap mimpiku. Maaf sudah lancang memasuki setiap jeda dalam hidupmu. Maaf kalau aku pernah membisikkan kata sayang di telingamu namun pada akhirnya harus meninggalkanmu.

Ingat apa yang Orang tuaku katakan kepadamu lewat telepon? Mungkin kita harus bersabar, karena mungkin ini bukan saat yang tepat jika kita memang bersama.

Mungkin ini semua tak cukup untuk menghabiskan semua bayanganku tentangmu. Namun dalam benakku kamu selalu lebih dan lebih di mataku.

Jika memang aku dan kamu akan kembali menjadi kita. Yakinlah bahwa Tuhan memiliki jalan yang benar untuk memisahkan kita.

Hanya bisa menggambarkan kamu, dengan kata-kata dan khayalan ku saja. Tak lebih. Karena memang sekarang kita tak lagi bisa saling bersentuh tangan. Bahkan untuk saling berselisih mata pun tak bisa. Jadi, kuatkan dirimu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Aku selalu mendukungmu di setiap langkah yang aku pijakkan.

Ketahuilah gadis impianku, gaya mu berjalan, canda tawa mu, senyum riang mu, ekspresi mu, bahkan setiap tatapan matamu pun masih tersimpan erat dalam lemari ingatanku.

Jadilah orang yang berbakti kepada orang tua dan seluruh orang yang memerlukanmu. Karena yang aku tahu kamu adalah orang yang cerdas dalam berfikir. Jangan pernah terpaku untuk tetap bertahan. Jangan pernah bertindak aneh ketika aku tak di sampingmu.

Ingatlah semua tentangmu masih tersimpan rapi. Aku harap kau pun begitu.
Lupakan saja semua bayangan tentang “kita” yang dulu. Karena waktu selalu berjalan.

Selalu ada kamu yang dulu, selalu…

  1. Belum ada komentar.
  1. Maret 1, 2013 pukul 5:15 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: