Beranda > Novel > Latar Belakang (Day One)

Latar Belakang (Day One)

Assalamualaikum wr wb. Hari ini aku akan menceritakan beberapa kejadian penting yang mungkin akan menjadikan sebuah kisah yang sangat berarti untuk kehidupan kita semua. Saya dan teman saya Mas Rijal. Dia seorang blogger dan pembicara LINUX. Kami berteman sejak saya resmi aktif bersama B!Blogger. Komunitas yang saya geluti saat ini. B!Blogger adalah sebuah komunitas para blogger yang ada di Balikpapan.

Saat ini aku dan mas Rijal yang baru saja menjalani tur ke Bontang dan Samarinda baru selesai menghadiri perayaan KOPDAR (Kopi Darat) dan HUT B!Blogger yang ke-4 di rumah sang ketua Pak Bambang Herlandi di Komplek Bangun Reksa, Km 6,5 Soekarno-Hatta Balikpapan.

Di perjalanan menuju kediaman mas Rijal kami kehujanan. Sempat terfikir untuk berteduh, namun hujan perlahan mengurangi volume jatuhnya. Mencoba berjalan pelan agar dingin tidak merasuk ke tulang, mas Rijal memintaku untuk menghampiri seorang yang sedang duduk di samping jalan. Mas Rijal memberikan 2 dari 3 kotak nasi yang sengaja di bungkuskan Pak Bambang sebagai modal kami pulang.

Setelah menyerahkan bungkusan itu, mas Rijal mengajakku berbincang sambil melintasi jalanan yang basah karena hujan.

“Dibanding kita, sepertinya di lebih ber-hak mendapatkannya. Mencoba berbagi-lah sedikit demi sedikit.” Ucap mas Rijal yang sepertinya sudah ngantuk berat.

Aku hanya bisa mengangguk mengiyakan. Dan kembali memutar pergelangan tangan agar kita bisa cepat menuju kost mas Rijal. Sesampainya di kost aku ngomong ke mas Rijal kalau aku mau meninggalkan tasku untuk menonton pertandingan sepak bola di salah satu café yang tidak terlalu jauh dengan rumah mas Rijal.

2 jam berlalu setelah menonton pertandingan yang menyakitkan hatiku karena tim yang aku dukung harus menyerah dikandang, aku menuju kost mas Rijal kembali untuk melanjutkan tidur. Mencoba mengetuk pintu, sepertinya tangaku sudah lemas karena ngantuk, kecewa dan letih berkolaborasi di dalam tubuh dan fikiranku. Hampir 4-5 kali aku mengetuk pintu dengan 3 ketukun setiap kalinya, akhirnya mas Rijal dengan ngantuknya bangun untuk membukakanku  pintu. Aku langsung masuk dan terkapar di atas selembar tikar rotan yang ada. Mas Rijal pun demikian, dia langsung membentangkan diri di singgasana istirahatnya. Dan kami pun asyik berbaur ke dalam mimpi masing-masing.

Terbangun dari tidur sekitar jam 11 siang, kami berbincang sedikit tentang berbagi.

Apa yang kami bicarakan akan aku bahas pada postingan berikutnnya.

  1. Desember 15, 2011 pukul 4:30 PM

    *uhuk* hayuu, ngapain itu di kost-an berduaan :p ha 3x

    • Desember 16, 2011 pukul 11:21 AM

      biasa om, ngadem berdua, colek colekan dikit aja. eh keceplosan

      • Desember 17, 2011 pukul 6:52 PM

        ha’ O.O

      • Desember 20, 2011 pukul 8:33 PM

        Apaan toh?

  2. Desember 17, 2011 pukul 1:19 AM

    ahahaha,tenang ajaa, akan kupublikasikan kok #ehh

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: