Beranda > BIG BOOK, BOOK, fandiewardhana2011 > Dreaming on My Dream

Dreaming on My Dream

Gw coba menelaah sedikit ke arah kehidupan sehari-hari gw. Sebenernya gak ada yang special dari kehidupan gw. Bahkan semua yang gw dapet dari kehidupan ini seperti asap. Hanya terlihat di awalnya saja. Apa yang gw lakuin *seperti jungkir balik di atas meja, goyang pinggul di depan temen kantor, atau ketawa saat di marahin bos* semua gw lakuin dengan sadar, namun beberapa detik kemudian gw gak sadar diri. Kadang kepala gw kebentur tembok atau pengaruh kebanyakan ngakak sendiri dan terjadilah amnesia sementara. Sifat buruk dari kelakuan gw biasanya berujung kepada maut. Bos gw kadang gak suka dan dia suka banget ngasah parang(golok-nya kalimantan) di depan mata kepala gw. Mungkin aja itu buat nyembuhin fikiran gw yang rada stress. Beruntung punya bos galak, bisa di ajak kalo lagi berantem sama anak kampung sebelah, noh!
Dalam beberapa kesempatan gw coba serius nge-jalanin hidup. Tapi tetep aja selalu gagal. Kayaknya ada yang merasuki fikiran gw sejak gw lahir. Di satu kesempatan gw mengalami hal yang sangat dan teramat buruk. Hari itu sangatlah mendung dan mungkin bisa lebih mendung daripada apa yang kurasakan. Hujan mulai turun membasahi bumi. Beberapa orang gw liat sedang berdiam diri. Ada yang melamun *mungkin mikirin utang*, ada yang membaca *mungkin terapi melupakan utang*, dan ada juga yang sedang asyik telponan *mungkin ngarep di cipok sama petir dan meninggal sehingga terbebas dari hutang*. Sedangkan gw hanya bisa memperhatikan mereka *gw mikir yang mana yang harus gw ikutin biar bisa terbebas dari utang*. Bukan! Bukan utang sekarang gw bahas. To the point aja deh, sebenarnya gw lagi mikirin gimana caranya gw bisa melanjutkan hidup gw kedepan dengan beban yang sangat berat. Gw harus ngangkut karung 5 ton sendirian. Karung itu berisikan tentang perjalanan hidup gw kedepan. Dan apa yang gw rasain saat ini sama seperti yang dirasakan sama orang lain. Apakah kisah gw harus berakhir di sini? Sedangkan gw harus bisa merengkuh banyak gelar yang belum gw raih. Gelar juara Thomas, medali emas Olimpiade cacat dan lain-lain. Itu sangat susah untuk gw dapetin *sumpah gak nyambung(simpan bagian ini)*. Apakah yang akan terjadi pada saat hujan itu?
Hujan. Sebenarnya hujan bagi gw adalah anugerah, gw gak harus kerja maksudnya. Tapi kadang hujan juga bikin gw sedih. Gw ingat saat gw kecil, bokap dulu punya motor kesayangannya. Saat itu gw lagi sakit keras, tipes katanya. Nyokap kocar kacir bingung harus ngapain. Karena waktu itu kita belum punya mobil, mungkin nyokap berniat buat masukin gw yang sedang sakit ke bawah jok motor, biar gw gak kena ujan. Sebenarnya itu ide yang buruk, dan untung aja nyokap gak ada fikiran kayak gitu. Bokap akhirnya berhujan untuk mencarikan mantel agar kita sampai ke dokter gak pake acara basah-basahan. Tapi sesampainya bokap dirumah, mantel yang di dapat cuman satu, dan mantel itu di pakaikan ke gw. Gw beruntung punya bonyok sebaik dan seperhatian mereka. Sesampainya di dokter praktek kita langsung ngambil antrian. Pas tiba giliran antrian, eh malah bokap gw yang minta di periksa. Gw malah di tinggalin di luar. Asem, sebenernya bokap sama nyokap niat buat ngobatin gw gak sih? Untungnya gw juga di periksa. Tapi gw masih jengkel sama bokap gw, karena udah ngerampas hak gw sebagai anak dan pasien yang seharusnya di periksa duluan.
Tapi asal kalian tau, sejahat apapun opini kalian terhadap orang tua kalian mereka tetap menjadikan anaknya yang menjadi pilihan utama. Jangan pernah berfikir orang tua kalian adalah orang tua terburuk yang pernah ada. Tapi ingatlah hal kecil yang pernah kalian dapat dari orang tua kalian. Hal kecil itu akan menjadi hal terbaik dalam hidup kalian. Karena mereka sudah berusaha susah payah agar kalian bisa menjadi seperti yang mereka inginkan. Mereka menjadikan kalian raja dalam keluarga. Mereka menjadikan kalian harta paling berharga. Dan saat ini gw masih merasa kalau bonyok gw masih menganggap gw sebagai orang yang paling berharga. Satu hal yang ingin gw sampaikan kepada mereka, Terima kasih kepada papah mamah, Fandy udah besar dan semoga Fandy bisa menjadi seperti yang kalian minta. God will bless you. I love you.
And Happy birthday  for my best Daddy. I’ll be you.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: