Beranda > fandiewardhana2011 > Rasa Takut Itu Selalu Datang

Rasa Takut Itu Selalu Datang

Selamat malam, dan selamat Waisak buat yang merayakan. Besok adalah hari di mana kita akan kembali memulai kegiatan kita seperti biasa. Tapi gw mau nulis, karena hati. Gw bakalan nge-Galau se-Galau-galaunya deh. Gw gak bisa nge-jelasin apa masalah gw, soalnya terlalu rumit untuk keluar dari mulut gw. Jadi, gw mohon jadikan gw sebagai kuda lumping di postingan kali ini (walaupun muka gw kayak hasil perkawinan silang musang sama koala).
Enemy gw kali ini adalah OPTIONS. Pilihan adalah suatu yang sulit untuk di fikirkan dengan realita. Kita ambil satu contoh dari gw, saat gw masih dalam kandungan gw minta sama Tuhan kalo udah remaja gw mau jadi ganteng, dan ternyata gw GANTENG. Apa kita bisa mengambil keputusan yang tepat? Setiap orang tau bahwa untuk mengambil sebuah keputusan itu sangatlah sulit. Mari kita ulang paragraf ke-3 dari akhir di buku Mbah Dika, “Tidak seperti burung lovebirds, manusia adalah spesies yang aneh. Kebanyakan dari kita pasti pernah ngerasain putus, dan semakin banyak kita pacaran, semakin banyak ngerasain putus”. Manusia itu selalu saja ingin menang. Manusia itu selalu saja ingin mendapatkan yang terbaik. Walaupun dengan cara yang mengakibatkan kerugian. Bagi gw, itu bukan kerugian. Tapi karena manusia tidak menjalankan apa yang sudah di tanggungjawabkan ke dirinya sendiri. Dan manusia selalu ingin berdiri dengan kekuatan sendiri di atas ketidakmampuan diri.
Di saat gw memiliki keputusan dan gw menjalankannya, kenapa gw selalu merasa kalau itu adalah keputusan yang salah. Dan keputusan gw selalu jalankan dengan rapi. Tanpa ada bekas kopi yang menempel sedikitpun di baju coklat gw (karena gak kelihatan). Inilah bukti dari seorang yang emang harus bisa menjalankan semuanya. Tapi sampai saat ini gw masih berharap kalau gw berada di pilihan yang tepat. Gw harus bisa tetap bersemangat. Dan kata terakhir yang akan gw jadikan titik pacu gw terlampir di kalimat terakhir paragraf ke-3 Buku Marmut Merah Jambu, karena gw tau kalau untuk mencintai seseorang butuh keberanian.

Till the day was came, She’ll be my love.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: