Beranda > BOOK, Fandy's Story > Ilmu Sejarah

Ilmu Sejarah

Membuat sebuah sejarah adalah hal tersuliit yang bisa di lakukan pada saat ini. Namun tahukah teman-teman semua kalau setiap sejarah itu tidak harus di ketahui oleh semua orang atau bisa menggemparkan dunia?

Sempat berfikir dan menoleh ke belakang, saya sempat menemukan beberapa bagian hidup saya yang bisa menjadi sejarah yang berarti buat keluarga saya kelak. Apa itu? Maaf saya tidak akan membagikan sejarah saya, karena saya rasa akan sangat garing untuk di bicarakan.

Sedikit mengalihkan perhatian dari topik perbincangan sebelumnya, saya ingin menyampaikan bahwa setiap sejarah bukan hanya untuk di kenang atau di abadikan. Setiap sejarah memiliki sebuah nilai yang patut di jadikan pelajaran. Entah pelajaran matematika, atau pun kimia yang sering saya keluh kan pada saat duduk di bangku sekolah. Pelajaran dari sejarah sangat lah berharga dari pada pelajaran tersebut.

Semua yang saya tulis di sini adalah pelajaran sosial, yang seharusnya selalu ada untuk anak-anak sekarang. Namun apa yang terjadi, Indonesia yang saya kenal sejak lahir dengan ramah tamah warganya harus memudar. Banyak anak-anak sekarang yang tidak mengenal apa arti hubungan seorang anak kepada orang tuanya sehingga berani membentak-bahkan menyakiti orang tua. Dan itu semakin marak terjadi di negeri ini.

Sejarah merupakan bagian yang kuat untuk membantu kelangsungan hidup. Jika teman-teman bisa membaca apa yang ada di dalam benak saya lewat tulisan ini, berarti anda bisa mengerti apa yang saya maksud.

Mohon maaf saya orangnya suka ribet, dan berbelit-belit dalam setiap kesempatan. Namun inilah saya. Sedikit mengulas mengapa banyak tulisan saya menyangkut curhat atau masalah sosial. Itu semua karena menurut saya ilmu ini adalah ilmu paling berharga di bandingkan matematika atau kimia yang dulu juga saya pelajari.

*) sedikit catatan kalau curhat itu bukan sebuah pelajaran, tetapi sebuah ilmu yang bisa berhubungan dengan senang dan galau.

  1. Juni 29, 2012 pukul 1:21 AM | #1

    anak anak sering sering membentak bentak orang tua… itu memang sering terjadi..
    tapi nanti kalau sudah jadi orang tua, kita akan merasakan itu. dan itu lumrah saja kok. hanya setelah itu sadar saja jangan berkelanjutan.

  1. Juni 30, 2012 pukul 10:52 PM | #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 545 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: